OCTA
ROCHMAT PUTRA
Octa Rochmat
Putra, atau biasa di panggil okta atau mamat adalah salah seorang Alumnus 2011
Politeknik LP3I Bandung yang lahir di Kota Madiun pada tanggal 17 Oktober 1993. Kang mamat yang sering dijadikan nama panggilannya tersebut merupakan anak kedua
dari dua bersaudara. Anak bungsu dari pasangan Bapak Kamsi dan Ibu Sholehah ini
pernah mengenyam sekolah dasarnya di SD Cibabat Mandiri 5 Cimahi. Lalu beliau
melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di SMP Negeri 6 Cimahi. Selain itu
pula, beliau pernah bersekolah di SMA Negeri 5 Cimahi. Dan akhirnya, anak
kelahiran 17 Oktober 1993 ini mendaftarkan diri sebagai mahasiswa disalah satu
Politeknik di Bandung yaitu Politeknik LP3I Bandung.
Meskipun rumah beliau berada cukup jauh dengan lokasi
kampus, namun semangat berkuliahnya beliau tidak pudar. Karena dengan semangat
dan kegigihannya untuk berkuliah di Politeknik LP3I Bandung, beliau sekarang
bekerja di salah satu Perusahaan, PT Arum Nirwana Global. Namun sebelum beliau
bekerja di perusahaan tersebut. beliau pernah bekerja di suatu perusahaan jasa
CS Finance, yang merupakan lembaga pembiayaan utama dalam industri pembiayaan
kendaraan roda dua.
Pekerjaan
yang beliau dapatkan tidak lain berkat usaha, doa, semangat dan kegigihannya
tersebut. Dan tidak lupa, kampus tempat beliu mencari ilmu juga ikut terlibat
dalam pekerjaan yang beliau geluti sekarang. Karena kampus tersebut memiliki
program unggulan 2+1 yang artinya sistem pembelajaran yang kuliah intensifnya 2
tahun dan 1 tahun kerja atau dapat di singkat dengan program D3. Program ini
menempatkan mahasiswanya untuk bekerja atau magang disalah satu perusahaan.
Di Politeknik LP3I Bandung, Humas adalah salah satu
jurusan/prodi yang dipilih oleh alumnus 2011 yang satu ini. Tak lain karena
Humas sesuai dengan kepribadian beliau sendiri yang lebih aktif dalam berbicara
dan memang beliau sangat menyukai segala hal yang berkaitan dengan komunikasi.
Didalam jurusan yang beliau jalani, terdapat banyak mata kuliah yang sangat berhubungan
dengan dunia pekerjaanya, salah satunya seperti mata kuliah Public Speaking, PR
Principle, Media PR, PR Event, dan PR Campaign. Walaupun pekerjaan beliau tidak
melulu soal komunikasi dan lebih berbeda dari itu, pekerjaan yang beliau geluti
sekarang dan sebelumnya membutuhkan komunikasi yang baik dan efektif.
Menurut okta
pendidikan di Politeknik LP3I Bandung bagus namun ada beberapa kekurangan. Dari
segi fasilitas dan juga dosen yang terkadang tidak bisa mengajar dan akhirnya
di ganti dengan dosen lain. Namun terbukti bahwa mata kuliah yang di ajarkan di
Politeknik LP3I Bandung memang Link & Match . “ Mata kuliah nu
menunjang mah se’er, manfaat na ya insyaallah aya oge. Mata kuliah yang
menunjang banyak khususnya mata kuliah Public
Relation Officer karna itu bagian yang aku jalani sekarang, dan yang lainnya
kayak Communication skill, Presentation & Negotiation, PR Writing.
Banyak mah pas semester 3 sih yang lebih menunjang mah.” Beber Okta. Dan
satu mata kuliah yang menurutnya sangat berguna adalah Cyber Online karna
Cyber online memang sulit di laksanakan jika tidak di pahahami dengan
sungguh-sungguh.
Dulu banyak
sekali orang yang memandang sebelah mata profesi menjadi seorang PR apalagi kuliah
di jurusan PR. Namun Okta memiliki alasan tersendiri untuk memilih PR “ Hobi abdi
nyaur sinareung gerak. Hiji-hijina prodi nu gampil dipihartos nyaeta komunikasi!
This is my passion” ujar Okta. Dan dia beranggapan “PR teh fleksible sinareung
emang nuju dibutuhan pisan. Ayuna nami PR teu sekedar humas atau PR deui. Parantos
se’er perkembangan nu ujung-ujung na ya oge PR. PR teh bagian nu paling penting
dalam perusahaan.”
Seorang Octa Rochmat Putra juga berperan dalam mengembangkan almamater
Menurut okta Pendidikan
secara harfiah berarti sebuah proses panjang dalam menanamkan nilai tertentu. Secara
khusus bisa diterjemahkan sebagai proses panjang dengan berbagai variabelnya
sehingga menghasilkan standar kualitas lulusan yang siap terjun di dunia nyata seperti dunia kerja.
Sebagai
sebuah proses panjang terhadap pembentukan pribadi murid, peran setiap pihak
yang terkait sangatlah diperlukan. Dosen sebagai pembimbing di kampus, orang
tua sebagai pembimbing tanpa batas waktu, lingkungan sebagai pembimbing tempat
berinteraksi dan aktualisasi hingga alumni yang merepresentasikan almamater.
Secara
tidak langsung menurut seorang okta sepak terjang alumni menggambarkan kualitas almamater. Silakan tanya
secara acak salah satu kampus di kota anda, untuk menilai kualitas akademik
bisa dilihat ke mana saja alumninya melanjutkan jenjang pekerjaan untuk masa depannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar